jump to navigation

Habis Merah Terbitlah Terang 19 Mei 2009

Posted by RobiMu in Kisahku.
trackback

Huffhh….pagi ini baru terasa, mentari itu benar benar ada. Setelah 3 hari belakangan ini berjuang melawan sakit akhirnya tubuh ini mampu pulih kembali walaupun belum 100 persen.

Ya, hari Jum’at sore 15 Mei 2009 suhu badanku terasa sudah tak kompromi, walau tak sempat diukur dengan termometer namun dapat kurasakan saaat itu suhu badanku melebihi batas normal. Panas sekali. Di tambah lagi warna kulitku yang bercacar merah seperti DBD…(iiih ngeri sekali). Malamnya terang saja aku tak bisa memejamkan mata. Gelisah. Ya, Demam yang kualami sepertinya beda dari biasanya.

Keesokan harinya, berkat bantuan dan saran dari beberpa orang teman, ku pergi menemui dokter untuk memeriksa apa gerangan yang sedang kualami ini. Apakah Malaria lagi? atau Demam Berdarah? atau ada penyakit tertentu. Pada saat sang Dokter memeriksa tekanan darah ku, dan melihat bercak merah di kulitku, dia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah, dia berkata “mungkin saja kamu terkena DBD, sebaiknya cek darahmu di RS!”, mendengar ini terang sja aku kaget. Bermacam pikiran aneh terlintas dibenakku, menambah lelah perasaan dan sakit yang terasa.

Berbekal surat rujukan dari sang Dokter, maka akupun melaju ke RS bersama teman yg mengendarai motor. Sesampai di RS Dok II jayapura, setelah registrasi akupun dipanggil ke ruang pengambilan sampel darah. Cukup cemas rasanya menunggu apakah hasil test darahku memberikan kabar baik atau buruk. eng ing eng…akhirnya namaku dipanggil dan hasil laboratorium pemeriksaan darahku disecarik kertas kuterima. Pada saat ku serahkan kepada Dokter di RS tersebut, beliau mengatakan “kamu tidak apa-apa, trombositmu normal, malariapun tidak”. Alhamdulillah syukurku dalam hati. Namum aku masih penasaran, kenapa badan ku demam tinggi. Pada saat ku tanyakan ke Dokter, dia bilang itu hanya demam biasa, Alhasil aku tak diberi obat, capeedeh…udah jauh jauh ke RS udah capek tapi gak dapat obat,. Aku hanya disuruh minum obat paracetamol yang dapat dibeli di apotik manapun.

Berbekal semangat terhindar dari penyakit yang membahayakan, akupun pulang dari RS dan membeli segala sesuatu yang dapat memulihkan kondisi tubuh, nasi padang, susu, roti, telur, dan tak lupa paracetamol. Setelah beristirahat yang cukup akhirnya kondisi badanku mulai membaik pada hari senin pagi walaupun bercak merah dikulitku masih terlihat (aku masih belum tau kenapa ada bercak merah ini, mungkin saja sih alergi).

Sekarang, Selasa pagi, badanku alhamdulillah kembali pulih, bercak merah dikulitku berangsur hilang, Habis merah terbitlah terang…terimakasih ya allah. Sungguh nikmat sehat itu terasa dikala kita sakit. Maka jangan sia siakan masa sehatmu kawan!!!!

Komentar»

1. pia - 19 Mei 2009

Alhamdulillah..
Bercak merah, alergi?? jnagan anggap remeh alergi Rob,ati2 juga ma penyakit satu itu..

2. Lady Clara - 19 Mei 2009

Banyak-banyak makan jeruk Roby, supaya daya tahan tubuh tinggi. Mungkin itu penyakit kebanyakan ngenet, xixixi.. Cayo.. Clararch02.blogspot.com

3. RobiMu - 23 Mei 2009

@carla : hehehe enak aje kebanyakan ngenet,…..mgkn ini syndrom mau punya bini keknya waakakakakaka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: