jump to navigation

Saatnya Berbenah Diri 26 Januari 2009

Posted by RobiMu in Kisahku.
trackback

Pernahkah kau susatu ketika begitu menyesal dengan yang kau jalani?? mungkin saja jawabannya pernah. Setiap orang berhak memilih dalam hidupnya walaupun disaat memilih dia tidak tau apakan yang akan dijalaninya suatu hal yang tepat, karena pada saat itu dia sama sekali tidak bisa menerawang masa depan.

Seperti aku disini, ditempat yang ku jalani hampir setahun, masih saja terasa ada ganjalan di hati yang membuatku masih bertanya tentang masa depan itu, mungkin karena rutinitas yang ku jalani disini cukup membuat ku jenuh.

Kurasakan diriku seperti berada diantara kumpulan keledai yang berjalan pelan yang mempunyai tatapan kosong. Sementara diseberang sana semua kuda-kuda berlari dengan kencang. Banyak waktu yang kumiliki namun serasa semua berlalu tanpa guna, tak ada satupun disini yang bisa membuat ku semangat untuk merubah sebuah mimpi menjadi kenyataan. Mungkin lawan terberat adalah diriku sendiri, ingin rasanya ku berlalri mengejar semua mimpi-mimpi yang pernah singgah dalam pikiranku, namun yang kurasakan sampai sekarang ku masih duduk diam terpaku.

Ya Allah, berikan hambamu ini semangat seperti dulu, seperti aku di bangku kuliah, saat semua tertidur ku terus berlari mengejar semua yang kuinginkan, namun sekarang mengapa aku harus ikut tertidur?..Ya Allah kuatkanlah hatiku untuk terus berada dijalan kebenaranMu, menyempurnakan setiap sujudku, menyempurnakan setiap lisanku menyebut namaMu, tundukkanlah hati ini untuk bisa menjalani hari-hari dengan hati yang senantiasa menghamba kepada Mu. Amin.

Komentar»

1. Me - 20 Februari 2009

Crita ttg keledai me jadi ingat kisah sahabat, Ali bin Abi Thalib. Saat berperang, Ali lebih suka naik keledai daripada naik kuda. Padahal kuda kan enak larinya kencang. Kemudian beliau bilang, kalau keledai lebih tenang daripada kuda. Beliau tidak berniat lari dari musuh, dan kalau ada musuh beliau dengan berani melawannya. (Hi hi hi Nggak ada hubungannya dengan keledai robi ya?)
Satu lagi bi.. Waktu kuliah dulu me nggak termasuk diantara orang-orang yang tertidur ya.. Mungkin beberapa teman yang lain juga. Me yakin, seperti me, robi, mreka juga punya semangat dan impian yang mungkin nggak mreka ungkapin.😉

2. ogekdedy - 16 Juni 2009

Andai boleh dedy menebak, yang dimaksud oleh robi ialah lingkungan kerja dalam hal ini Pe eN Es, Lingkungan Kenegerian yang terkadang dapat menjebloskan seorang “ulama” jadi bandit kelas Divisi Utama.

Semua itu tergantung kita juga, kemana diri kita ni hendak diletakkan? walaupun totalitas aura malas menyelimuti lingkungan alam jati diri robi, janganlah lengah dan terlebih letih untuk berlari.

Kan, untuk meraih masa depan adalah bukan dengan mempersalahkan lingkungan sekitar, itu namanya sih robi berketergantungan dan meletakkan nasip dan takdir pada lingkungan. yang lebih baik adalah justru robi yang seharusnya meletakkan diri guna mengatur nasip dan takdir. bukan sebaliknya.

Mudah-mudahan robi paham, aa..miin ..

Usahakan hidup tak dikontaminasi lingkungan keledai yang membelalakkan tatapan kosong sebagaimana yang telah robi curhati.

Dan, lagi-lagi, robi jangan ikut-ikutan hanya duduk diam terpaku, apa yang bisa dikerjakan saat ini, kerjakan saja dulu, ntar dari sekian proses yang sembari robi jalani pasti Allah SWT kan nunjukin jalan yang paling lebih baik untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah robi idam-idamkan.

Salam ogek dedy, terima kasih. HORAS….!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: