jump to navigation

Lebaran yang Unik 3 Oktober 2008

Posted by RobiMu in Kisahku.
trackback

Wah, akhirnya ada yang mau diposting lagi niy, setelah 1 dan 2 Syawal berlalu dua hari yg lewat. Ini pengalamanku untuk pertama kali ber-lebaran di Jayapura, sebuah kota yang mungkin bagi sebagian orang gak bisa membayangkan bagaimana bentuk dan isi kota tersebut. Padahal jika mereka yang sudah pernah kesini, bayangan atau pikiran-pikiran negatif tentang Jayapura atau lebih dikenal dengan Papua akan lenyap seketika. Sayangnya kota ini jarang diekspos di televisi ataupun media massa lainnya. Paling yang selalu ditunjolkan dari Papua selalu tentang kehidupan masyarakat pedalamannya saja (memang masih ada sebagian kecil), sehingga konotasi “primitif” masih saja lengket dibenak orang-orang yang mendengar kata PAPUA.

Coba deh sesekali mampir ke ibukota provinsi papua ini yaitu Jayapura, jangan kaget kalo nanti anda melihat kota yg sama seperti kota-kota lain di Indonesia, walaupun belum sebesar kota Jakarta, Medan, Palembang ataupun Surabaya. Kali ini saya akan bercerita tentang hari lebaran disini (di Jayapura) yang kemarin saya lewati.

Lebaran yang unik itulah yang bisa saya ungkapkan. Kenapa? Karena lebaran tidak hanya di rayakan oleh kalangan muslim tetapi juga non muslim. dan sebenarnya mayoritas penduduk di Jayapura adalah non muslim (nasrani). tetapi uniknya toleransi antar umat beragama disini sangat bagus, ketika saya lihat yang bertamu (baca : bersilaturahmi) pada saat lebaran kemarin ternyata tidak hanya sesama muslim, tetapi yang non muslimpun berkunjung ke tempat koleganya yang muslim, malah mereka (non muslim) lebih antusias. Salut, itu yang bisa saya gambarkan terhadap bentuk kerukunan umat beragama disini.

Apalagi ketika melihat anak-anak kecil yang datang kerumah-rumah muslim untuk mengucapkan selamat lebaran dan mereka diberi makanan dan minuman oleh si tuan rumah. Uniknya lagi disini tidak ada istilah bagi-bagi duit, beda dengan daerah lain yang mempunyai tradisi mersen (dibetawi), nambang (dipadang), nagkuk(dipontianak) yang pada umumnya anak-anak datang kerumah-rumah untuk meminta uang pada hari lebaran. Kalau di Jayapura, anak-anak ini sudah cukup senang dengan diberi minuman kaleng, fanta, cola, sprite dan sebagainya sampai saya tertawa melihat seorang anak yang sudah kewalahan membawa lebih kurang 50 minuman kaleng yang ditentengnya dalam kantong plastik dan ditas punggung yang dibawanya.

Memang sebuah tradisi yang unik, ternyata lebaran disini tak kalah asyiknya, melihat hari lebaran terasa ramai karena semua ikut merayakannya.

Komentar»

1. dee-dee - 3 Oktober 2008

he………… lucu banget
jadi inget waktu masih di jayapura. setiap lebaran atau natalan yg selalu dibawa kemana2 adalah kantung plastik.
minuman kalengnya dikumpulin, terus banyak2an ma temen2 satu kompleks.
hahahahaha…..
padahal yg ad jumlah minumannya pasti sama d teman2 karena kita perginya bareng, jadi kalu 1 dapet yg laen pasti dapet.
kmu g ikutan ngumpulin minuman kaleng juga?

2. RobiMu - 3 Oktober 2008

ikuut dong, ngumpulinya pake karuuung malah…hahahah

3. madzz - 4 November 2008

salam kenal tukeran link yukkk

4. Lady Clara - 16 Februari 2009

Wah, kami juga di banjarbaru punya acara wajib berkunjung lebaran, karena di rumah temenku Henny pasti ada soto, dan di rumah temenku Sari ada puding. Temenku Made yang Hindu juga antusias. Kalo lagi bisa ngumpul, pastinya ke rumah guru2 dan temen2 yang Muslim. Kompak deh.. hehe..

5. putri - 23 Februari 2012

Uda masih di papua?

RobiMu - 1 Maret 2012

udah move ke Jakarta..makanya se tahun ini ngilang dari blog karena banyak urusan dit4 kerja yang baru…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: