jump to navigation

Perjalanan Ini Terasa Sangat Menyedihkan 31 Mei 2008

Posted by RobiMu in Kisahku.
trackback

Bukan sebuah pilihan memang untuk terdampar disini. November 2007 sebuah info tes CPNS kudapat dari seorang teman. Awalnya cuma berminat untuk mengikuti tanpa ada harapan untuk bisa lulus. Entah kenapa dari tiap hasil tes nama ku tercantum sebagai peserta yang lulus, ironisnya ketika pengumuman tes terakhir namaku tertera untuk lokasi penempatan di Jayapura, tepatnya di Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura. Sebuah pilihan yang berat harus ku lakukan saat itu.

September 2006, itulah waktu ku mengakhiri jenjang kuliah. Susah payah selama 4 tahun dan jerih payah orang tua ku jawab bulan itu dengan menamatkan jenjang S.1 Matematika di Universitas Andalas. Tantangan baru yang dihadapi adalah kerja. Susah-susah mudah itulah kerja. Mencarinya mudah, tapi dapetinnya yang susah (ya..iya lah..).

Sebenarnya mengenai pekerjaan telah kumulai sejak kuliah semester 7. Kebetulan pekerjaan mengajar cukup membuatku berminat dan ditambah kesibukan mengajar di lembaga bimbel Primagama dan mengajar privat dimana-mana. Disinilah kumulai mempelajari sedikit demi sedikit arti hidup, mulai memahami apa itu mandiri. Disaat teman-teman yang lain masih mencari kesibukan alhamdulillah ku sudah memilikinya. Penghasilan?? Hmmm cukup lumayanlah bahkan bisa dibilang sejahterah. Namun ku sadari kesibukan seperti itu hanya akan menyita waktu tanpa mampu mengukur diri untuk bisa berprestasi. Pernah kurenungkan sampai kapan aku harus seperti ini saat itu.

Rasa untuk bisa menjadi lebih baik itu ternyata dihadapkan pada sebuah pilihan ketika diriku dinyatakan lulus di CPNS BMG. Senang dan bahagia sebenarnya karena dari sekian ribu orang yang ikut tes aku bisa melewatinya apalagi untuk jurusan matematika hanya 9 org yg dibutuhkan saat itu. Namun rasa bahagia itu sedikit terusik dan ditantang dengan pilihan tempat dinas yang ku dapat, Jayapura, Papua, Negri Para Koteka (itu cara ku menyebut Papua).

Awalnya memang ragu, namun berkat dukungan dari orangtua dan janjiku pada orangtua yang ingin anaknya jadi PNS semua rasa ragu itu kuhadang. Jelas saja batin ini gundah gelisah, kala itu dalam benakku Jayapura terbayang sebagai kota tanpa celana, mksdnya kota primitif. Sebuah kota yang sama sekali hanya bisa kulihat dari Peta Indonesia waktu belajar IPS di es de dulu.

Maret 2008, tibalah saat itu, saat dimana ku harus berangkat ke jayapura, setelah cukup lama menunggu SK CPNS keluar. Batin ini gelisah, jiwa ini gundah, ketika peswat jurusan jakarta – jayapura hendak kumasuki. malam minggu itu menjadi malam teraneh bagiku Jakarta-Makasar itu tujuan peratama, transit pertama. Malam yang cerah tak mampu membuat mendung dihatiku berhenti. Satu jam di Makasar berhenti sudah cukup membuatku meyakinkan hati ini bahwa sebentar lagi aku akan sampai di Papua. Tepat pukul 07.30 WIT akhirnya pesawat yang kutumpangi mendarat di Sentani, sungguh terasa asing dan aneh tempat itu bagiku. Bingung, melihat sekeliling, semua terasa asing, orangnya, rumah penduduk, tempat ibadah, dan orang penduduk asli disini begitu berbeda dari tempat asalku. Seperti yang kulihat di televisi semua disini banyak yang “hitam”.

Dan mulailah hari Minggu itu, 9 Maret 2008, ku injakkan kaki di tanah Papua, sebagai awal dariku untuk berjuang dan mencari arti hidup di negri yang benar-benar jauh dari semua, jauh dari sahabat, teman dan orang tua, namun ku tahu ku tak pernah jauh dari cinta, karena pasti ada dia disana menunggu dan menanti untukku kembali.

Perjalanan Ini Terasa Sangat Menyedihkan

(Ebiet G. Ade)

Komentar»

1. erni sulistiowati - 18 Oktober 2008

jangan sedih…….teruslah berjuang………..dimanapun kamu tinggal kamu pasti akan mendapatkan kekayaan akan pengalaman…….aku yang ada ditanah jawa sini aja ingin loh ke papua mencari sahabat baru saudara2 baru dan pengalaman baru……….aku juga punya kakak yang ngajar di primagama jayapura, namanya bpk.Muhammad Azis, jika kamu kenal salam untuk beliau dari adiknya di tanah jawa……..

2. Lady Clara - 16 Februari 2009

Yup, belum mengerti makna hidup jika belum merasakan beratnya hidup. Semangat Robb… (^o^)
Clararch02.blogspot.com

3. safer 4efer - 2 April 2010

yah bapak kok nyebut jayapura ,papua “Negeri Para Koteka “.jayapura ngak se Primitif itu kali!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: